Kamis, 25 Agustus 2011

Ahmadinejad Desak Suriah Hentikan Kekerasan

BEIRUT - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mendesak Suriah agar menghentikan kekerasan terhadap warganya dan mengadakan dialog dengan oposisi demi menghindari intervensi Barat.

"Warga dan Pemerintah Suriah bersama-sama, harus saling mengerti. Ketika muncul masalah di antara pemerintah dan rakyat, pemimpin negara harus duduk bersama dan memecahkan masalahnya serta menjauhi kekerasan," ujar Ahmadinejad, seperti dikutip Kuna, Kamis (25/8/2011).

Ahmadinejad juga menegaskan, setiap warga Suriah memiliki hak untuk menuntut kebebasan. Presiden Iran amat sangat khawatir akan intervensi Barat yang dituding merupakan gagasan dari kaum Zionis.

Suriah merupakan salah satu mitra terdekat Iran. Iran bahkan sering diduga mendukung Pemerintah Suriah dalam menekan aksi demonstrasi di negaranya. Pasukan Quds Iran diduga berkecimpung dalam pergolakan politik di Suriah.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Suriah Walid Moallem menyangkal segala tuduhan menyatakan adanya keterlibatan Iran dalam kasus Suriah. Moallem menegaskan, memang benar Iran membantu Suriah namun dukungan Iran bukanlah dukungan militer.

Kekerasan di Suriah dinyatakan semakin meningkat dari hari ke hari. Sekira 2.200 warga dinyatakan tewas dalam kerusuhan ini. Uni Eropa pun menetapkan embargo minyak ke Suriah pada pekan depan. Embargo ini ditujukan agar Presiden Suriah Bashar al Assad jera dan menghentikan penekanannya terhadap para demonstran.(rhs)

0 komentar:

Posting Komentar